Muslim United dan Keistiqomahan Umat Mengemban Amanah Dakwah

  • Whatsapp

Nasrudin Joha – Agenda keumatan Muslim United Jogja bertajuk ‘Sedulur Saklawase’ (Red. Saudara Selamanya) Alhamdulillah sukses digelar dan menyedot banyak perhatian umat. Antusiasme umat mendatangi agenda meskipun panitia kedodoran memindahkan acara dari Masjid Gede menuju Masjid Jogokariyan, menunjukan betapa ghirah keislaman telah sampai pada level ‘tak peduli’ dengan berbagai hambatan, ancaman, isu dan berbagai propaganda jahat terhadap Islam.

Sebelumnya, acara ini diisukan akan diisi oleh orang-orang berpaham radikal, atas alasan inilah Sukri Fadholi menduga izin dari Sultan selaku penguasa Keraton Jogja tidak diberikan. Antusiasme umat mendatangi agenda, menunjukan betapa umat ini telah memiliki kesadaran hingga, mampu membedakan mana fakta, mana opini dan mana narasi. Umat telah Istiqomah mengemban amanah dakwah.

Muat Lebih

Bahkan disalah satu agenda, komunitas seniman Islam yang menamakan dirinya ‘KHAT’ mampu membuat lukisan ciamik dalam agenda yang dihadiri UAS. Dalam lukisan itu, UAS berkenan membubuhkan tanda tangannya diatas lukisan yang secara langsung dibuat dalam agenda.

Lukisan itupun dilelang, dan laku dengan harga Rp. 100.000.000,- (agar mudah mengejanya, baca saja seratus juta rupiah). Seluruh hasil penjualan akan didonasikan untuk kegiatan keumatan.

Antusiasme umat mendatangi agenda Muslim United, meskipun dipindah ke masjid Jogokariyan, dapat mengkonfirmasi beberapa hal :

Pertama, Masjid Jogokariyan telah menapak dan mewujud sebagai masjid umat, masjid rakyat, masjid yang merepresentasikan aspirasi umat. Sementara, masjid Gede justru menubuh dan menampakan wujud sebagai ‘masjid elitis’ dan patut diduga menjadi simbol kejumawaan dan warisan feodalisme keraton.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *