Risalah Akhir Tahun: Mengakhiri Penderitaan Umat dengan Melakukan Perubahan Hakiki

0
113

Mengawali tahun 2019, para muslimah di Blora mengadakan pertemuan di salah satu aula restoran di Blora. Dihadiri oleh sejumlah muslimah dengan berbagai profesi, mulai dari penggerak PKK, Penggerak Majelis Ta’lim (MT), guru, Bu RT, dokter, dan Ibu Rumah Tangga dari berbagai Kecamatan di Blora. Pertemuan dilakukan pada hari Ahad, 6 Januari 2019.

Bermula dari keprihatinan para muslimah atas kejadian yang menimpa bangsa Indonesia, mereka berinisiatif untuk melakukan perubahan. Bencana alam yang datang bertubi-tubi sepanjang tahun 2018, harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, diskriminasi terhadap umat Islam, hingga kezaliman yang dilakukan penguasa. Fakta-fakta kerusakan umat dipaparkan dengan gamblang oleh drg. Tumirah.

Dalam pertemuannya, Ahad, 6/1/2019, drg. Tumirah menyatakan bahwa rezim telah gagal memberikan perlindungan dan kesejahteraan kepada umat. Terbukti banyaknya ulama yang dipersekusi, kriminalisasi agama, impor bahan makanan besar-besaran, kenaikan harga BBM 3 kali dalam setahun, dan penanganan korban bencana yang tidak tepat. Sedangkan di lain sisi, penguasa sibuk melakukan pencitraan demi untuk meraup suara masyarakat dalam menghadapi pilpres 2019.

Mengakhiri Penderitaan Umat dengan Melakukan Perubahan Hakiki

Menurutnya, carut marut yang terjadi di negeri ini disebabkan karena Negara ini berdiri di atas asas yang salah. Dalam pencalonan pemimpin yang sudah tidak benar dari awal menjadi penyebab korupsi masal yang terjadi di kalangan pejabat. Biaya PEMILU yang sangat mahal, ditambah sistem yang tidak benar turut memicu kegaduhan di negeri ini. Maka perlu adanya perubahan yang mendasar agar negeri ini menjadi lebih baik.

Melanjutkan pernyataan drg. Tumirah, Ustazah Nurul Sakinah Bayti yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, memberikan gambaran yang jelas tentang solusi tuntas atas kerusakan yang dijelaskan oleh drg. Tumirah. Dalam pernyataannya, Ustazah Nurul mengatakan bahwa perubahan terhadap kerusakan negeri ini harus dilakukan dengan dua cara, pertama dari sisi sistem dan yang kedua dari sisi rezim.

“Sistem Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW terkbukti mampu menyejahterakan rakyat dan mampu melindungi umat dari kerusakan. Bahkan sepanjang sejarah penerapan sistem Islam, hanya ada 200 kasus pelanggaran hukum.” Tuturnya.

Sementara itu, lanjut Ustazah Nurul, rezim atau pemimpin harus memenuhi syarat in’iqad yang jelas. Misalnya harus muslim, laki-laki, berakal, baligh, merdeka, dan memiliki kemampuan menjadi seorang pemimpin. Karena pemimpin adalah seseorang yang akan menjalankan hukum syara’. jadi jelas, jika adda yang tidak memiliki kemampuan dalam memimpin serta tidak menjalankan hukum Islam dalam kepemimpinannya, tidak layak untuk dipilih. Perubahan yang hakiki harus dilakukan dengan mengubah sistem dan rezim yang menerapkan hukum yang berasal dari Alquran dan Sunnah dalam bingkai Khilafah. Pemaparan materi dari kedua pembicara, menimbulkan banyak pertanyaan dari peserta yang hadir dalam pertemuan itu. Dan secara tepat bisa dijawab dengan jawaban yang sangat memuaskan. Di akhir acara semua peserta pertemuan membuat kesepakatan bersama. Pertama bahwa, perubahan saat ini menjadi kebutuhan yang mendesak dengan menerapkan kembali hukum-hukum Islam. Kedua, perubahan tersebut harus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dengan perubahan pemikiran dan tanpa kekerasan. Ketiga, perubahan hakiki adalah perubahan kepada sistem Islam yaitu Khilafah Islamiyah ‘alaa Minhajjin nubuwwah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here