Saat Kubu Prabowo ‘Tersengat’ Pernyataan Jokowi Tak Keluar Uang di Pilgub DKI

0
78
Saat Kubu Prabowo 'Tersengat' Pernyataan Jokowi Tak Keluar Uang di Pilgub DKI

Suhu politik usai debat pertama kembali memanas. Hal ini karena Capres Jokowi mengatakan tak mengeluarkan biaya sama sekali saat Pilgub DKI 2012 silam. Pernyataan Jokowi ini membuat kubu Prabowo Subianto- Sandiaga Uno tak terima. BERITA TERKAIT

Kubu Prabowo langsung membantah dan secara terbuka membeberkan proses politik Pilgub DKI. Berikut ini komentar kubu Prabowo yang tak terima atas pernyataan Jokowi:

1. Jokowi sebut Tak Keluarkan Uang Saat Pilgub DKI

Semua berawal dari debat pertama Capres-Cawapres yang berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019 lalu. Saat itu menanggapi biaya politik yang mahal. Jokowi menyontohkan pengalamannya mengikuti Pilkada DKI Jakarta.

“Saya contohkan saya sendiri pemilihan wali kota, anggaran sangat kecil. Gubernur saya tidak mengeluarkan uang sama sekali. Pak prabowo pun tahu mengenai itu ketum partai pendukung tahu, sekali lagi ini butuh proses panjang. Artinya apa? Ini bisa dimulai dari relawan, bisa dimulai dari keinginan publik, tanpa mengedepankan finanasial,” kata Jokowi.

2. Prabowo yang Calonkan Jokowi di Pilgub DKI

Sebagai pengingat, Jokowi pernah diusung bersama Basuki Tjahaja Purnama oleh PDIP dan Partai Gerindra dalam Pilgub DKI 2012. Pasangan ini akhirnya berhasil mengalahkan petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam dua putaran. Jokowi-Ahok menang dengan memperolah 2.472.130 suara atau 53,82 persen. Sedangkan Fauzi Bowo hanya mendapat 2.120.815 suara atau 46,18 persen.

Saat itu Prabowo pernah mengatakan dirinya salah satu tokoh yang meminta kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar Jokowi maju bersama Ahok untuk menjadi gubernur dan wagub DKI. “Yang bawa Jokowi dari Surakarta ke Jakarta itu saya, saya yang minta Bu Mega,” kata Prabowo.

3. Tak Keluarkan Biaya saat Pilgub DKI, Kubu Prabowo: Bohong

Kubu Prabowo langsung bereaksi menanggapi penyataan Jokowi yang mengatakan tak mengeluarkan biaya saat maju Pilgub DKI 2012 lalu. Anggota Direktorat Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nicholay Aprilindo membantah itu semua.

Menurut Nico, Hasyim Djojohadikusumo adik dari Prabowo sendiri yang mendanai semua pencalonan Jokowi saat Pilgub DKI yang jumlahnya sampai miliran rupiah. “Itu bohong jika dia katakan tanpa biaya pokok. Segala sesuatu saat itu dibiayai oleh Hashim Sujono Djojohadikusumo, baik Ahok atau Jokowi tidak didukung oleh pengusaha. Dana murni dari kantong Hashim,” tegas Nico.

Hashim Djojohadikusumo adik dari Prabowo, blak-blakan membeberkan saat itu Jokowi memang tak mengeluarkan sepeser pun karena dibiayai oleh dirinya. “Uangnya dari saya itu kenyataan itu. Saya kira ya maaf ya tidak benar itu. Maka saya heran waktu di debat kok enggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu,” kata Hashim.

Hashim menampik bila menggelontorkan dana untuk Jokowi sebanyak Rp 600 miliar pada Pilgub DKI 2012. Dia hanya mengaku mengeluarkan uang yang sangat besar. Hashim mengaku memiliki bukti tersebut. Dia berani membuktikan bila pertanyaan diprotes oleh Jokowi.

“Beberapa kali Pak Jokowi datang ke kantor saya cukup sering dan minta bantuan waktu itu yah karena Pak Prabowo yang usung Jokowi juga Ahok. Kan dari kami walau pun Pak Jokowi dari PDIP tapi Pak Prabowo yaang usulkan Jokowi ke Mega,” ungkap Hashim.

Hashim sangat menyesal dengan pernyataan Jokowi. Padahal, dia juga mengocek kantong untuk biayai baju kampanye kotak kotak dan baliho Jokowi. “Kaos baliho, baju kotak-kotak kami yang biayai,” tandas Hashim.

5. Kubu Jokowi Sebut Biaya Pilgub DKI Gotong Royong

Ketua DPP PDIPAndreas Hugo Pereira menegaskan, biaya politik untuk menghadapi Pilgub DKI 2012 dilakukan dengan gotong royong. Saat itu, PDIP bersama Gerindraberkoalisi mengusung pasangan Jokowi-Ahok.

Jokowitidak bohong. Memang kenyataannya seperti itu. Kami gotong royong untuk Jokowi yang representasi PDIP Perjuangan. Sementara representasi Gerindra kan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),” kata Andreas saat dihubungi, Rabu (23/1).

Andreas menegaskan, tidak Hashim seorang yang mengeluarkan kocek besar untuk membiayai pemenangan Jokowi-Ahok. PDIP bersama kadernya juga urunan untuk menghadapi Pilkada yang saat itu melawan incumbent, Fauzi Bowo (Foke).

“Ya memang gotong royong. Di PDIP, DPP, anggota Fraksi DPR RI, DPD DKI dan anggota fraksi pun keluarkan dana dari kantong masing-masing untuk membiayai kampanye di basis kelurahan-kelurahan. Saya waktu tanggung jawab di Kecamatan Koja,” tegas Andreas.

Andreas mengaku biaya politik memang mahal. Tapi tradisi di PDIP, untuk membiayai politik yang mahal itu dilakukan dengan gotong royong. [mrdka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here