Warohmat Wongndheso: Negeri Setengah Oleng

0
82

Bismillah

Laa haula wala quwwata illa billah… Allohu Akbar…!!!

Entah apa yang ada di benak para penguasa di negeri ini, bagaimana bisa tidak tersentuh melihat puluhan juta rakyat hidup miskin. Dati hari ke hari hidup makin susah. Padahal negeri ini dikenal kaya dengan berbagai kekayaan alamnya.

Minimnya kesejahteran masyarakat membuat mereka terpaksa pontang panting membanting tulang hanya untuk sekedar sesuap nasi dari tukang angkut, kuli bangunan, tukang sayur, sopir sampai pengusaha kelas menengah kebawah. Ditambah lagi dengan melemahnya nilai rupiah saat ini… ALLOHU AKBAR…!!! Dimana dampaknya sudah dirasakan rakyat miskin yg tambah miskin. Ukuran tempe tahu tambah mengecil.

MENGAPA SEMUA INI TERJADI?

Semua itu karena Demokrasi, sistem jahiliyah. Dengan mencampakkan sistem Islam dari Allah SWT.

Yaa Karena Demokrasilah kita masuk dan terjebak kedalam lumpur kesesatan dan kesempitan hidup.
Seharusnya kita sadar dan tahu diri, karena semuanya sudah jelas dengan kasat mata
Bahwa sistem kufur buatan manusia di negeri inilah BIANGKEROKNYA.
Maka lihatlah, betapa peraturan yg ada menguntungkan satu pihak dan menindas mayoritas masyarakat.
Maka selama sistem ini masih bercokol di negeri ini selama itu juga kita tidak akan bisa merasakan kesejahteraan yang merata. Dunia ini menjadi tak seimbang, terutama di negeri yang setengah oleng ini

Alloh SWT. Berfirman di dalam kitabNya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِۖ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (٥٩)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’ (4): 59)

Didalam Tafsir Jalalayn disebutkan: “(Hai orang-orang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan kepada rasul-Nya serta pemegang-pemegang urusan) artinya para penguasa (di antaramu) yakni jika mereka menyuruhmu agar menaati Allah dan Rasul-Nya. (Dan jika kamu berbeda pendapat) atau bertikai paham (tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah) maksudnya kepada kitab-Nya (dan kepada Rasul) sunah-sunahnya; artinya selidikilah hal itu pada keduanya (yakni jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Demikian itu) artinya mengembalikan pada keduanya (lebih baik) bagi kamu daripada bertikai paham dan mengandalkan pendapat manusia (dan merupakan rujukan yang sebaik-baiknya). Ayat berikut ini turun tatkala terjadi sengketa di antara seorang Yahudi dengan seorang munafik. Orang munafik ini meminta kepada Kaab bin Asyraf agar menjadi hakim di antara mereka sedangkan Yahudi meminta kepada Nabi saw. lalu kedua orang yang bersengketa itu pun datang kepada Nabi saw. yang memberikan kemenangan kepada orang Yahudi. Orang munafik itu tidak rela menerimanya lalu mereka mendatangi Umar dan si Yahudi pun menceritakan persoalannya. Kata Umar kepada si munafik, “Benarkah demikian?” “Benar,” jawabnya. Maka orang itu pun dibunuh oleh Umar.”

Alloh SWT. Juga berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا (٦١)

Artinya:
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.”(QS. An-Nisa’ (4): 61)

Dalam Tafsir Jalalayn juga di sebutkan: “(Dan apabila dikatakan kepada mereka, marilah kamu kembali kepada apa yang diturunkan Allah) dalam Alquran berupa hukum-hukum (dan kepada rasul) agar dapat mengadili kamu (maka kamu lihat orang-orang munafik berpaling daripadamu) kepada yang lain (sejadi-jadinya.)”

BANGUNLAH wahai saudaraku…
Sadarlah wahai SAUDARAKU…

Sudah terlalu lama kita di ninabobokan oleh DEMOKRASI yang membuat kita jauh dari rahmat Allah.
Sudah terlalu lama kita berdiam diri hanya menerima keadaan yang seperti ini.

Marilah kita berjuang menerapkan Islam kaaffah dan senantiasa berdo’a kepada Alloh SWT Yang Maha Menguasai seluruh alam semesta,
Semoga senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita dan mengampuni segala kekhilafan kita,
Semoga KHILAFAH segera TEGAK di bumi ini supaya syari’at-syari’atNYa dapat diterapkan secara menyeluruh, agar Alloh SWT memberikan barokahnya dari langit dan bumi. Aaamiiin

Allohu Akbar… Allohu Akbar…Allohu Akbar…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here