Rembang Berhijrah: Semangat Mendekatkan Diri Kepada Allah

0
71

REMBANG BERHIJRAH

Gelora untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, nampaknya sudah mulai merasuk ke dalam sanubari insan-insan muda di Kabupaten Rembang.

Acara Ngaji Alam pada Minggu, 25 November 2018 dengan tema “Agar Cintamu Tak Bertepuk Sebelah Tangan” di Pantai Caruban. Mendapat sambutan hangat dengan hadirnya peserta lebih dari 40 orang. Terdiri dari pelajar, wanita karir hingga ibu-ibu rumah tangga. Pantai yang baru saja diguyur hujan dengan hanya beralaskan tikar tak membuat semangat peserta surut.

Acara dibuka oleh Wahyu PS sebagai MC pada pukul 08.30 WIB untuk memecah semilirnya angin dengan membaca Ummul kitab bersama-sama. Dilanjut dengan pembacaan ayat suci al Qur’an oleh salah satu peserta dari Pondok Pesantren. Kemudian acara inti yaitu penyampaian materi Oleh Ustadzah Nonik. Beliau menyampaikan bahwasannya cinta adalah bagian dari Naluri Nau’, fitrah manusia yang dianugerahkan oleh Allah. Maka penyaluran cinta tersebutpun harus dengan cara yang Allah ridhai agar menuai keberkahan, bukan kemurkaan. Beliau juga menyampaikan pentingnya belajar Islam sejak dini, agar dapat mengaplikasikannya pada kehidupan. Sebagai bukti cinta kita kepada Allah dan Rasulullah.

Untuk menambah antusiasme peserta, diskusi di moderatori oleh Ustadzah Infarida Damayanti dengan pertanyaan pembuka “Kendala apa yang menghalangi kita untuk taat kepada Allah dan Rasulullah?”. Ada lebih dari 15 pernyataan serta pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang dibagi menjadi 3 Kelompok sesuai dengan segmen peserta yaitu Segmen Pelajar, wanita karir dan ibu RT. Alhamdulillah, jawaban dan penjelasan dari Ustadzah Nonik dapat diterima dan dimengerti dengan baik. Suasana semakin meriah dengan diselingi pembagian Doorprice.

Di akhir diskusi, semua sepakat bahwa peran apapun yang kita sandang, entah itu pelajar, ibu RT, karyawan, pejabat dan lain sebagainya menuntut kita untuk tetap taat kepada Allah dan Rasulullah sebagai bukti keimanan kita. Untuk merutinkan acara yang pertamakalinya diselenggarakan tersebut, maka dibentuklah Komunitas Rembang Berhijrah.

Pada pukul 12.00 WIB acara ditutup dengan sesi foto bersama peserta mengibarkan arRaya dan alLiwa. Panji dan Berdera Rasulullah yang akhir-akhir ini dilabeli dengan stigma Radikal oleh sebagian kelompok tak membuat peserta menjauhinya. Dibuktikan dengan banyaknya peserta yang menginginkan untuk memiliki kain bertuliskan kalimat Tauhid tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here